Tag Archives: therapy

Bahaya Minum Air Putih Berlebihan


Minum air putih 8 gelas sehari dianjurkan bagi Anda yang memiliki aktivitas rutin. Tapi kini, banyak orang yang melakukan terapi air putih, namun dengan cara salah. Alih-alih berharap bisa menyehatkan tubuh, namun efeknya justru membahayakan kesehatan.

“Banyak orang salah mengerti, mereka melakukan terapi air putih tapi dengan mengonsumsi 2 liter sekaligus saat bangun tidur. Ini berbahaya untuk kesehatan jantung dan ginjal,” kata Spesialis Gizi Klinik dari Rumah Sakit Siloam, Dr Samuel Oetoro MS, Sp.GK saat ditemui di acara Kampanye Nasional Danone Aqua, ‘Mulai Hidup Sehat Dari Sekarang’ di XXI Ballroom,Djakarta Theatre, Rabu 16 Maret 2011.

Seharusnya, khasiat air putih akan lebih terasa bisa dikonsumsi secara bertahap, bukan secara berlebihan atau sekaligus. Samuel menjelaskan, konsumsi air berlebih bukan bermanfaat untuk tubuh tapi justru membahayakan.

Air yang dikonsumsi akan diserap ke saluran cerna dan masuk ke pembuluh darah yang akhirnya bisa menyebabkan volume darah jadi bertambah. Hal ini bisa membebani kerja jantung dan ginjal. Jantung seolah didesak untuk memompa darah lebih cepat, sementara ginjal di desak untuk mengeluarkan cairan lebih cepat.

“Ini bisa mengganggu fungsi jantung dan ginjal. Jangan minum sekaligus berlebihan, karena air mudah diserap. Jika setiap hari hal ini dilakukan, bisa membebani jantung dan ginjal serta menyebabkan bagian tubuh tersebut mudah ‘jebol’,” jelas Samuel.

Untuk itu, katanya, perlu diketahui cara mengonsumsi air yang sesuai dengan kebutuhan. Samuel menyarankan, agar khasiatnya bisa dirasakan, konsumsi air sebelum Anda merasa haus. Setelah bangun tidur juga dianjurkan untuk mengonsumsi air putih satu gelas. Sebelum dan setelah sarapan juga dianjurkan minum segelas air putih. Begitu pula saat ingin beraktivitas serta sebelum dan setelah berolahraga. Bahkan sebelum tidur pun dianjurkan untuk mengonsumsi segelas air putih.

“Cukup minum air 1-2 gelas secara bertahap, jangan lakukan minum sebanyak 1,5 liter- 2 liter sekaligus,” katanya.

Mengonsumsi ar putih secara bertahap akan lebih bermanfaat, dan menjadikan hal itu kebiasaan akan menjadi investasi kesehatan Anda di masa depan. Mulai melakukan kebiasaan minum air putih sesering mungkin secara bertahap akan menjadi kebiasaan yang sehat untuk Anda dan keluarga.

“Jika ingin menerapkannya di keluarga Anda, cobalah melakukan kebiasaan minum air putih setiap kali melakukan aktivitas 6-8 minggu secara ketat, otomatis pada minggu ke 9, akan menjadi kebiasaan yang sehat.”

Sumber: VIVAnews

Iklan

Terapi Tepuk Pai-Da


Terapi Pai Da English
Terminologi:

Pai: menepuk-nepuk
Da: Menampar

Pai-Da: Sebuah metode pengobatan Cina yang memanfaatkan menepuk dan menampar daerah kulit luar untuk menarik keluar dan menghilangkan limbah beracun dalam tubuh dan memulihkan kesehatan dengan melancarkan arus Qi seluruh meridian

Sha: darah beracun

Prinsip-prinsip Pai-Da

Pai-Da = Penghapusan racun = Penghapusan limbah beracun dalam tubuh Kulit adalah berkaitan erat dengan meridian, anggota badan kita, lima jeroan, enam isi perut dan sembilan lubang (termasuk mata, telinga, hidung, mulut uretra, dan anus).

Pai-Da akan meningkatkan stamina dan kekuatan mental, dan akan merangsang meridian relevan untuk mengeruk hambatan pada Qi . Qi yang mengalir lancar pada gilirannya akan memperlancar aliran darah.. Meridian yang lancar akan dapat menyembuhkan penyakit.

Pada bagian yang  ditepuk dan ditampar pada tubuh secara otomatis akan mengumpulkan Qi dan darah, dan kemudian mempercepat sirkulasi.. Sebagai penyapu yang intensif,  Qi dapat memindai tubuh dan mengeruk meridian yang terhambat. Akibatnya, limbah tubuh, penyakit dan bahkan tumor akan dihilangkan.

Dilihat dari perspektif obat barat, Pai-Da adalah terapi terobosan positif yang akan merangsang sistem saraf pusat. Pai-Da mengaktifkan sistem tubuh bagian dalam dan membantu memperbaiki bagian yang rusak, dan akhirnya meningkatkan fungsi kekebalan tubuh manusia.

Urutan Pai-Da Secara umum, adalah sebagai berikut:

  1. Menepuk bagian kepala
  2. Menampar bagian belakang bahu
  3. Menampar ketiak dan sisi dalam dari bahu
  4. Menampar sisi dalam sendi siku
  5. Menampar lutut
  6. Menampar kaki
  7. Menampar bagian badan yang lain sesuai kebutuhan

Cara Tepat melakukan Pai-Da ?

– Menepuk dan menampar dengan penuh perhatian.  Konsentrasi dan keyakinan akan meningkatkan energi positif dalam tubuh Anda.

.- Menepuk dan menampar dengan sekuat-kuatnya, selama rasa sakit masih  bisa ditahan. Mungkin pertama akan terasa nyeri, tetapi akan mereda setelah sekitar dua menit. Jika pada bagian yang ditampar terasa sakit, itu berarti anda berada di jalur yang benar. Rasa sakit akan menghilangkan penyakit.

– Menepuk dan menampar dengan pemikiran  Ketika menampar kulit bayangkan bahwa Anda sedang menyuntikkan Qi segar ke dalam tubuh .

Lamanya waktu Pai-Da

Pai-Da Pai-Da dapat dilakukan setiap saat dalam sehari. Anda dapat membentuk kebiasaan Pai-Da dua kali sehari di pagi hari dan pada malam hari. Atau anda dapat melakukannya tiga kali yaitu di sore hari, pagi dan malam hari. Bagi orang sehat, anda dapat menepuk kepala, bahu, ketiak, siku dan lutut selama satu sampai lima menit setiap kali. Anda setidaknya harus melakukan ini sekali atau dua kali sehari.  Anda juga dapat tepuk kali lebih banyak setiap hari.  Bagi mereka yang menderita penyakit serius, seperti orang yang tidak mampu mengangkat bahu atau berjalan, atau menderita psoriasis, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes atau kanker harus menepuk dari kepala ke kaki dengan fokus pada siku, lutut, kaki dan tempat yang sakit minimal satu jam dan paling sedikit tiga kali sehari. Dan lama waktu setiap Pai-Da harus dikurangi ketika penyakit mereda. Setelah beberapa kali Pai-Da,  tidak mudah untuk memiliki Sha seperti sebelumnya, tetapi jika Anda terus melakukannya, Da Pai dapat meningkatkan sirkulasi darah, tetap fit dan bahkan mengobati penyakit. Panjang waktu dan frekuensi Pai-Da bervariasi sesuai dengan individu. Apakah ada Sha atau tidak setelah Pai-Da, dapat diterapkan sehari-hari baik yang sakit Ataupun yg sehat, untuk menjaga kesehatan. Satu Pai-Da juga dapat dibagi menjadi beberapa kali dengan setiap kali berfokus pada satu bagian tertentu dari tubuh.

Cara mengetahui situasi kesehatan dari warna ‘Sha’

Sha atau darah beracun , adalah warna-warni pada kulit setelah Pai-Da. Jika anda melakukan Pai-Da pada bagian tubuh yang sehat , tidak akan ada Sha. Jika tubuh tidak sehat akan menunjukkan warna pada kulit setelah Pai-Da. Sha mencerminkan penyakit tubuh. Semakin gelap warna dari Sha semakin banyak  racun , demam, panas dan faktor patogen lain dalam tubuh.

  • Rubeosis (Merah muda)         : sehat; normal
  • Merah : panas dalam, biasanya dapat ditemukan pada kelompok sub sehat.
  • Ungu merah : panas statis dan rentan merasakan sakit
  • Cyan (Biru muda) : dahak, kelembaban dan rentan untuk merasa lelah
  • Ungu hitam : stasis, menunjukkan pasien menderita akumulasi besar endotoksin tubuh dan gangguan peredaran darah kapiler.
  • Hitam : menunjukkan pasien menderita penyakit kronis dan telah minum obat untuk waktu yang lama.

Menurut posisi Sha, seseorang dapat mengetahui penyakit atau potensi penyakit organ yang sesuai dan Sha sendiri juga menunjukkan tubuh telah memulai pengurangan endotoksin tubuh dan pengobatan. Sha akan keluar dalam satu menit setelah Pai-Da. Pada penderita penyumbatan peredaran darah Sha keluar lebih cepat dan warna dari Sha lebih gelap dari biasanya. Beberapa orang akan memiliki Sha merah pertama dan jika tetap dilakukan Pai-Da warna akan berubah menjadi ungu gelap atau bahkan hitam. Beberapa orang tidak akan memiliki Sha sampai beberapa kali Pai-Da, yang berarti racun mereka terletak lebih dalam dan hanya dapat dikeruk secara bertahap dan juga berarti endotoksin tubuh semakin berkurang. Beberapa orang akan memiliki Sha pertama kalinya mereka memiliki Pai-Da dan tidak memiliki Sha setelah itu dan mungkin memiliki Sha lagi nanti, yang berarti keadaan tubuh mereka dan suasana hati sedang mengalami beberapa perubahan.

Oleh: Pai-Da Terapi

Minumlah Minimal Dua Liter Perhari, Kenapa?


Setiap orang dewasa setidaknya harus minum air minimal dua liter sehari untuk menjaga kesehatan dan stamina tubuh agar tidak mengalami dehidrasi dan mengganggu kesehatan, kata ahli gizi, Dr Samuel Oetoro. “Setidaknya kita harus minum air delapan gelas atau dua liter sehari untuk mengganti cairan kita yang hilang karena aktivitas,” kata Samuel dalam diskusi Air Adalah Kebaikan Alam dan Manfaatnya Bagi Tubuh yang diadakan oleh Danone Aqua, di Jakarta.

Menurut Samuel, manfaat air sangat penting bagi kehidupan manusia bahkan dapat disamakan dengan kebutuhan tubuh terhadap zat gizi dan vitamin yang dibutuhkan tubuh.

Dia mengatakan, perlunya manusia mengonsumsi air dua liter sehari adalah untuk menggantikan cairan di tubuh yang hilang sebanyak dua liter melalui air seni, keringat dan saluran pernapasan.

“Oleh sebab itu, karena air yang hilang per hari sebanyak dua liter karena aktivitas sehari-hari, maka cairan tersebut juga harus diisi dengan cara minum air sebanyak dua liter sehari,” kata Samuel.

Diingatkan, dampak manusia kekurangan cairan sangat fatal dan bisa membahayakan kesehatan manusia jika tidak mengonsumsi air sebanyak dua liter per hari. Apabila manusia kekurangan dua persen air, katanya, akan menimbulkan rasa haus, letih, lemah, mengganggu konsentrasi dan kemampuan berpikir.

Jika kehilangan air sebanyak empat persen hingga enam persen maka tubuh akan alami kelemahan yang berat, pucat, selaput lendir kering, buang air kecil berkurang dan kesadaran menjadi gelisah. “Namun jika kekurangan air mencapai 12 persen maka kesadaran sudah tidak merespon, buang air kecil tidak ada, muka terlihat kelabu, tekanan darah menurun, nadi sangat cepat dan pelan yang semuanya bisa berakibat fatal seperti kematian,” katanya.

Diingatkan pula bukan hanya konsumsi dua liter per hari yang penting tapi juga kualitas air yang diminum perlu memiliki karakteristik yang sesuai dengan standar kesehatan, seperti tidak berwarna, tidak bau, tidak berasa serta bebas dari bahan kimia berbahaya dan bakteri.

sumber: Biofirioni

Menghilangkan Sakit Kepala Ala Kura-kura


Sejak kecil Ni Made Sri Andani mengalami gangguan sakit kepala (umumnya ringan, namun kadang kadang berat juga) yang hampir tak pernah berhenti sehingga sakit kepala akhirnya seakan menjadi menu setiap hari. Sakit kepala ringan yang dirasakan sebenarnya bisa diatasi dengan minum aspirin/obat analgesic dari dokter, tapi setelah obatnya hilang, tak lama kemudian sakit kepala muncul kembali.  Namun setelah mencoba salah satu trik yang diceritakan dalam sebuah buku tua , sakit kepala harian benar-benar hilang!

Caranya adalah dengan melakukan gerakan sederhana yang meniru gerakan kura-kura dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Duduklah di tempat yang nyaman (bisa dengan posisi bersila atau duduk di atas kursi biasa). Luruskan punggung dengan baik. Letakkan kedua tangan di atas lutut dan telapak tangan menengadah keatas.

2. Tarik nafas panjang, masukkan udara dari hidung dan kembungkan perut sambil mendongakkan kepala/mengangkat dagu sejauh mungkin, hingga kepala menyentuh leher belakang kita. Saat menarik nafas panjang ini, perhatikan udara yang masuk melalui rongga hidung ke dalam rongga dada dan perut dan pertahankanlah sejenak sambil mengangkat kedua belah bahu setinggi mungkin mendekati telinga.

3. Hembuskan nafas perlahan-lahan sampai habis sambil mengempiskan rongga perut.

Ulangi gerakan ini beberapa kali, setiap kali sempat dan merasa membutuhkan. Tidak ada aturan main harus berapa kali sehari tau berapa lama. Namun yang jelas, semakin sering melakukan, semakin lancar aliran darah ke kepala dan dengan sendirinya semakin lancar supply oksigen ke otak sehingga sakit kepalapun berkurang dengan drastic. Latihan bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja, saat jam istirahat kantor, sedang menonton TV di rumah, menunggu bis di halte dan sebagainya. Tidak perlu harus menunggu sakit kepala untuk melakukan aktifitas ini, karena jika kita melakukannya saat sehat, justru sangat efektif untuk mencegah terjadinya sakit kepala sebelum terjadi. Sebagian orang berkomentar bahwa gerakan ini mirip gerakan dalam Yoga. Mungkin saja. Karena Yoga pun memang memiliki banyak jenis gerakan yang tujuannya bukan saja untuk membantu meningkatkan hubungan dengan Sang Maha Pencipta, namun juga untuk menjaga kesehatan secara tidak langsung.

Disunting dari blog : Ni Made Sri Andani

Pai-Da Therapy Detox


Bahasa Indonesia
Terminology:

Pai: Patting
Da: Slapping

Pai-Da: A Chinese Medical method which utilize patting and slapping of external skin areas to draw out and eliminate poisonous waste in body and restore health by facilitating the smooth flow of Qi throughout the meridians.

Sha: poisonous blood

The principles of Pai-Da

Pai-Da = Elimination of toxicant = Elimination of the poisonous waste in body
Skin is closely related to the meridians, our limbs, five viscera, six entrails and nine apertures (including the eyes, ears, nostrils, mouth, urethra and anus).

Pai-Da will launch one’s faith and mental forces, and will stimulate relevant meridians to dredge the Qi. The running Qi will in turn bring out the running of blood. The unobstructed meridians could cure diseases.

The patted and slapped parts on the body will automatically gather Qi and blood, and then accelerate the circulation. As sweepers, the intensified Qi could scan the body and dredge the obstructed meridians. As a result, the body waste, illnesses and even tumors will be cleared.

Viewing from the perspective of the western medicine, Pai-Da is a positive-breaking therapy which will stimulate the central nervous system. Therefore, the inner body systems could be activated and help repair the damaged parts, and finally improve the immunity function of human body.

How to tell the health situation from the color of the sha?

Sha, i.e. poisonous blood, is the colorful thing on the skin after Pai-Da. If you Pai-Da the healthy parts of the body with the same amount of force, there won’t be Sha; otherwise the unhealthy body will show symptoms on the skin after Pai-Da.

Sha reflects the illness of the body; otherwise the skin won’t have Sha appearing after Pai-Da. More Sha means more serious of the disease.

The darker the color of the Sha, the more poison, coldness, heat and other pathogenic factors are in the body.

Ruby: healthy; normal
Red: wind-heat; usually can be found with the sub-health group
Purple red: stasis-heat and it is prone to feel pain???
Cyan: phlegm-dampness and it is prone to feel tired
Purple black: stasis; shows the patient suffers from a large accumulation of body endotoxin and microcirculatory disturbance
Black: shows the patient suffers from chronic disease and has been taking medication for a long time.

According to the position of the Sha, one can tell the illness or the potential illness of the corresponding organs and the Sha itself also shows the body has started the reduction body endotoxin and the treatment.

The Sha will come out within a minute after the Pai-Da with those who suffer from clogging blood circulation and their Sha comes faster and the color of the Sha is darker than usual.

Some people will have red Sha first and if keep Pai-Da the color will turn dark purple or even dark masses. Some people won’t have Sha until several times’ Pai-Da, which means their fever lies deeper and it can only be scraped away gradually and it also means the body endotoxin is being reduced.

Some people will have Sha the first time they have Pai-Da and don’t have Sha afterwards and may have Sha again later, which means their body situation and mood are undergoing some changes.

sumber: airboom